Senin, 13 Oktober 2008

Rahasia Hati

Ketika Tuhan akan menyimpan sebuah rahasia untuk manusia, para

Ketika Tuhan akan menyimpan sebuah rahasia untuk manusia, para Malaikat

mengusulkan untuk menyimpannya di puncak gunung, di dasar laut, atau di manapun

yang sulit dijangkau. Namun Tuhan berkata tidak. Akhirnya ditentukan, bahwa

tempat yang rahasia paling rahasia adalah di: Hati.

Di sekeping daging merah inilah manusia menyimpan rahasia ruang dan waktu

sepenggal hidupnya.

Manusia bisa tersenyum di saat hatinya luka.

Menangis di saat hati sedang berbunga.

Orang yang berkelana diberi kata hati-hati.

Orang yang tidak pernah mau mendengar diberi nama manusia yang berhati batu.

Manusia yang degil adalah manusia yang tak punya hati.

Sedang yang paling beruntung adalah manusia yang mempunyai kebersihan hati dan

kebeningan ini terpancar hingga ke aura wajah yang meneduhkan, di mana manusia

lain merasa damai kala di dekatnya, di mana orang-orang ingat Tuhan dengan

melihat wajahnya.

Pernahkah pada sebuah keheningan malam, kita mencoba menyelam ke dasar hati,

menyelam sedalam-dalamnya? Apakah kita menemukan sesuatu yang mirip dengan duri

atau menemukan ada sebuah penjara di sana?

Terkadang kita terluka oleh sebuah perlakuan orang yang membuat kita jatuh. Dan

kita membiarkan sakit hati ini terus bersemayam, di mana kita tidak merasa

nyaman setiap kali kita bertemu dengan orang tersebut. Ketika kita melihat

orang itu tertawa dan gembira, kita malah merasa iri dan berharap semoga dia

segera mendapatkan hal yang buruk. Dan ketika hal itu benar-benar terjadi, kita

malah mensyukurinya. Ya, akuilah dengan jujur, kita pernah merasakan dan ini

sangat manusiawi. Ibarat perang dingin, inilah yang disebut sebagai dendam

terselubung. Memang waktu akan menyembuhkan, tapi berapa lama?

Ada pemuda mencintai seorang gadis. Ia benar-benar serius dengan perasaan ini.

Ketika ia mengutarakan, ternyata telah ada pemuda yang telah mendahuluinya. Dan

akhirnya ia membiarkan gadis itu dipinang oleh pemuda lain. Apakah urusan ini

selesai? Sayang, ternyata tidak. Si pemuda masih menyimpan cinta pada wanita

yang kini telah menjadi istri orang lain. Malah ia berharap, si wanita segera

menjadi janda agar ia bisa memilikinya. Ini sering terjadi. Dan inilah yang

dinamakan sebuah penjara. Bila harapan si pemuda tidak terjadi, mungkin waktu

juga yang akan menyembuhkan. Tapi, sampai berapa lama?

Di saat kita jatuh atau terluka karena orang lain, terkadang susah bagi kita

untuk mendamaikan hati. Jika pikiran kita bisa menerima dengan hitung-hitungan

akal, maka hati tidak bisa dikalkulasi. Si lemah hati akan membiarkan hatinya

terus terpuruk. Si gelap hati akan mendendam rasa dan tidak pernah memaafkan..

Sedang yang beruntung adalah ketika ia diberi cobaan, ia ridha, ikhlas, dan ia

segera berusaha untuk sabar dan merelakan segala sesuatu yang memang tidak

seharusnya menjadi miliknya. Lebih jauh, ia tetap masih bisa mensyukuri, bahwa

apa pun yang tidak berpihak kepadanya adalah jalan yang terbaik saat itu.

Karena boleh jadi, apa yang menurut kita baik ternyata buruk, dan sebaliknya.

Yang Maha Merencanakan mengetahui, sedang kita tidak.

Hati adalah kita yang memilikinya. Ia ada di dalam dada ini dan di dalam hati

ini jua nurani kita tersimpan.

Namun kita sering melakukan perbuatan yang kita sendiri tahu itu salah. Kita

ingkari nurani.

Hari ini kita senang terhadap sesuatu, boleh jadi esok kita akan sangat

menyesal karena kemarin kenapa kita menyukainya.

Maha Besar Tuhan yang berkuasa membolak-balikkan hati kita.

0 komentar: